Get In Touch
Menara Caraka, Lantai 12, Jl. Mega Kuningan Barat, Blok E4 7 No. 1, Kawasan Mega
Kuningan, Jakarta 12950
Work Inquiries
partnership@mantappu.com
(+62) 818 0401 3060

Alexander Matthew Ceritakan Keunikan Transportasi di Jerman

May 27, 2024

by Fahma Ainurrizka

Setiap negara memiliki ciri khasnya sendiri dalam sistem transportasinya. Kali ini, Matthew memperlihatkan sistem transportasi di Jerman; yang nggak umum dijumpai Indonesia. Ternyata, di Jerman terdapat moda transportasi unik berupa kereta gantung. Yuk, kita telusuri lebih lanjut!

Alexander Matthew, talent Mantappu Corp. | Sumber: Instagram/alexandrmatthew_

Halo, TeMantappu!

Setiap negara punya ciri khas dalam sistem transportasinya, yang mencerminkan budaya, geografi, dan kebutuhan masyarakatnya. Perbandingan antara Jerman dan Indonesia memperlihatkan perbedaan yang mencolok dalam infrastruktur transportasi. Matthew mengajak kita untuk menjelajahi perbedaan tersebut dengan memfokuskan perhatian pada salah satu contoh menarik, yaitu kereta gantung di Jerman!

Sementara Indonesia menawarkan berbagai moda transportasi seperti bus, kereta api, dan angkutan umum lainnya, kereta gantung bukanlah pemandangan umum di sini. Di negara kepulauan ini, dominasi kendaraan bermotor dan angkutan umum darat menjadi ciri khas tersendiri dalam mengelola mobilitas penduduknya.

Nah, kira-kira seperti apa moda transportasi umum di Jerman? Yuk, kita bahas bareng Matthew!

Kereta Pisah di Jerman

Kereta pisah di Jerman | Sumber: TikTok/alexandrmatthew_

“Awalnya kukira ini kereta biasa, ternyata kereta yang bisa pisah, Guys,” ujar Matthew, menggambarkan kebingungannya kala kali pertama mencoba kereta pisah di Jerman.

Konsep kereta pisah ini memungkinkan untuk berpindah jalur dan memisahkan diri ketika tiba di stasiun tertentu. Misalnya, ketika sampai di stasiun A, bagian depan kereta akan melanjutkan ke destinasi B, sementara bagian belakang menuju destinasi C. Jadi, mesti teliti dalam melihat tujuan kereta bagian depan dan belakang biar nggak salah rute destinasi. Unik, ya, TeMantappu?

Meskipun teknologi ini menjanjikan efisiensi besar dengan memungkinkan dua rute dengan tujuan yang sama menggunakan rel yang sama, penumpang harus waspada untuk memastikan mereka berada di gerbong yang tepat sesuai tujuan perjalanan mereka. Beruntungnya, Matthew berhasil pindah ke gerbong yang tepat sebelum kereta berpisah. Kalau nggak bisa-bisa salah tujuan, deh. 

“Menurutku sistem ini efisien banget, sih. Dua rute dengan tujuan yang sama bisa pakai satu rel aja. Tapi penumpang harus hati-hati, ya, supaya nggak salah gerbong kayak aku,” tambah Matthew.

Schwebebahn atau Kereta Gantung di Jerman

Kereta gantung di Jerman | Sumber: TikTok/alexandrmatthew_

Kota Wuppertal, Jerman, nggak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena sistem transportasi ikoniknya yang disebut Schwebebahn, atau lebih dikenal sebagai kereta gantung. 

Matthew menceritakan kalau awalnya gagasan kereta gantung ini diajukan kepada kota-kota besar seperti Berlin dan Munich. Namun, disayangkan, proposal tersebut ditolak oleh otoritas setempat.

Namun, kota Wuppertal melihat potensi yang luar biasa dalam gagasan tersebut dan memutuskan untuk menerima proyek tersebut. Pada tahun 1900, Schwebebahn resmi beroperasi, menjadikannya salah satu sistem kereta gantung listrik tertua yang masih berfungsi hingga saat ini di seluruh dunia.

“Transportasi ini telah menjadi ikon kota,” jelas Matthew, sambil melihat turis dari berbagai belahan dunia, termasuk dirinya sendiri yang datang jauh-jauh untuk menikmati pengalaman unik naik Schwebebahn.

Keistimewaan Schwebebahn nggak hanya terletak pada desain futuristiknya, tetapi juga pada lokasinya yang unik. Konstruksi pembangunan kereta gantung ini sengaja dilakukan di atas sungai. Ini untuk membebaskan ruang di pusat kota yang padat dengan bangunan-bangunan.

Matthew sendiri tak dapat menyembunyikan kekagumannya ketika mencoba naik Schwebebahn. “Keren, Guys. Rasanya kayak melayang di atas sungai,” ujarnya dengan antusias.

***

Dengan keunikan dan keindahan yang ditawarkan oleh Schwebebahn, nggak mengherankan kalau banyak orang tertarik untuk mencoba pengalaman naik kereta gantung ini. Kamu termasuk salah satunya nggak, nih, TeMantappu? Kalau kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi Jerman, pastikan untuk menyempatkan diri mencoba transportasi di Jerman, ya!

Media Sosial Alexander Matthew

Mau tahu lebih banyak tentang fakta lain seputar Jerman? Ikuti media sosial Matthew di bawah ini biar nggak ketinggalan upcoming updates dari Matthew:

Artikel Terkait

Recent Posts

Hitomi talent Mantappu Corp.

Ribbon Hairstyle Ala Hitomi: Simpel dan Manis!

Hitomi berbagi variasi hairstyle dengan ribbon. Mulai dari kuncir kuda dengan kesan chic dan fresh, sampai kepang berlilit pita yang kelihatan girly. Yuk, kita simak berbagai kreasi ribbon hairstyle dari Hitomi! Siapa tahu kamu bisa menemukan gaya rambut favorit yang bisa kamu coba sendiri di rumah.

Cecilia Amalo

Cecilia Amalo Jelajahi Kantin di Osaka Shoin Women’s University

Cecilia Amalo, yang akrab dipanggil Cecil, awal tahun ini memulai petualangan barunya dengan kuliah di Jepang, lho. Ia diterima di Osaka Shoin Women’s University. Sebagai mahasiswa baru, Cecil tentunya antusias mengeksplorasi fasilitas-fasilitas kampus barunya ini. Salah satu tempat yang menarik perhatiannya adalah kantin kampus. Di sana, banyak food truck yang berjajar menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Yuk, kita simak keseruannya!

Tomohiro Yamashita mencoba es dawet di Pasar Gedhe Solo

Tomohiro Kunjungi Pasar Tradisional di Indonesia

Tomohiro Yamashita kali ini mengunjungi salah satu pasar lokal yang terkenal di Solo, Jawa Tengah, yaitu Pasar Gede. Kira-kira, gimana, ya, reaksi Tomohiro ketika melihat pasar tradisional di Indonesia untuk pertama kalinya? Sebagaimana kita tahu, di Jepang masyarakat lebih familiar dengan supermarket yang serba modern dan efisien. Pasar tradisional di Jepang memang ada, tetapi nggak sepopuler dan semeriah pasar tradisional di Indonesia yang nyaris selalu penuhi. Jadi, yuk kita simak lebih lanjut pengalaman seru Tomohiro Yamashita saat menjelajahi Pasar Gede di Solo!