Get In Touch
Menara Caraka, Lantai 12, Jl. Mega Kuningan Barat, Blok E4 7 No. 1, Kawasan Mega
Kuningan, Jakarta 12950
Work Inquiries
partnership@mantappu.com
(+62) 818 0401 3060

Erika Ebisawa Wisuda di Jepang, Tampil Beda Memakai Hakama

May 1, 2024

by Fahma Ainurrizka

Erika Ebisawa berhasil melangsungkan wisuda pada tanggal 22 Maret 2024 lalu. Ia telah menyelesaikan pendidikan S1 di Tokyo University of Foreign Language. Di tengah atmosfer haru berkat kehadiran orang tua dan banyak teman karibnya, yuk, kita simak keseruan wisuda Erika! Kira-kira apa saja, ya, perbedaan wisuda di Indonesia dan di Jepang?

Erika Ebisawa lulus dari Tokyo University of Foreign Studies | Sumber: Instagram/erika_ebisawa

Halo, TeMantappu!

Bulan lalu, tepat pada 22 Maret 2024, Erika Ebisawa atau kerap dikenal sebagai Erikacang berhasil lulus dan melangsungkan wisuda di Jepang. Erika adalah salah satu penerima beasiswa MEXT (Monbukagakusho) angkatan 2019 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang, lho. Ia telah berkuliah selama lima tahun di Tokyo University of Foreign Studies berbekal beasiswa tersebut. Yuk, kita simak momen wisuda Erika!

Erika Memakai Hakama di Hari Wisuda

Erika Ebisawa saat memakai hakama untuk wisuda | Sumber: YouTube/Erikacang

Untuk mempersiapkan momen wisudanya kali ini, Erika telah bersiap sejak pukul 8 pagi. Sembari melakukan make-up, Erika bercerita kalau ternyata tradisi wisuda antara Jepang dan Indonesia berbeda.

Jika di Indonesia biasanya perempuan mengenakan kebaya, di Jepang, busana tradisional yang dipilih adalah hakama. “Jadi biasanya kalau di Jepang, (saat wisuda) kita pakai baju tradisional Jepang yang namanya hakama,” jelasnya.

Sejak musim panas, Erika telah menyewa khusus hakama untuk acara wisudanya. Tetapi, ternyata nggak mudah, lho, untuk mengenakannya TeMantappu; butuh bantuan dari orang lain karena prosesnya styling cukup rumit.

Biasanya, di salon Jepang tersedia jasa untuk merapikan rambut dan memakaikan hakama. Namun, karena biayanya cukup mahal, Erika memutuskan untuk mencari alternatif melalui internet. Beruntung, ia berhasil menemukan seseorang yang bersedia datang langsung ke rumahnya untuk membantunya memakai hakama. “Karena mahal, aku cari di internet. Ada orang yang bisa langsung datang ke rumah,” ceritanya.

Ia memilih tampil berbeda dan unik dalam wisuda kali ini, nggak hanya dengan hakama biasa dengan motif bunga-bunga merah atau pink yang umum. Sebaliknya, Erika mencari hakama dengan motif anti-mainstream biar lebih istimewa di hari wisuda kali ini.

“Kalau bunga-bunga merah atau pink kan udah biasa-biasa aja. Pokoknya yang lucu deh motifnya,” jelasnya. Gimana, TeMantappu, hakama pilihan Erika bagus nggak, nih?

Wisuda di Jepang Nggak Mengenakan Toga

Erika Ebisawa lulus dari Tokyo University of Foreign Studies | Sumber: YouTube/Erikacang

Wisuda di Jepang memang nggak mengadopsi penggunaan toga ataupun selempang cumlaude seperti yang umum terjadi di Indonesia.

Selanjutnya, Erika menjelaskan kalau di Jepang, penggunaan toga hanya berlaku untuk tingkat pendidikan pasca-sarjana, atau S2. “Jadi anak sekolah atau kuliah nggak pakai toga,” ungkapnya.

Dalam tradisi wisuda di Jepang, para lulusan S1 biasanya mengenakan busana tradisional yang disebut hakama, atau kalau masih sekolah menggunakan seragam sekolah mereka.

Papakacang dan Mamakacang Ikut Rayakan Wisuda Erika

Erika Ebisawa berfoto bersama orangtuanya di hari wisuda | Sumber: YouTube/Erikacang

Papakacang dan Mamakacang, panggilan untuk orangtua Erika, turut hadir merayakan momen istimewa wisuda sang putri. Namun, wisuda kali ini nggak hanya merayakan kesuksesan Erika, tetapi juga bertepatan dengan ulang tahun sang ayah, lho.

“Semoga panjang umur, sehat selalu, lebih semangat posting foto di Instagram dan sering-sering muncul di vlog aku,” doa Erika untuk ayahnya di sela-sela mempersiapkan wisudanya.

Pengalaman Pertama Erika Wisuda di Jepang

Erika Ebisawa saat wisuda | Sumber: YouTube/Erikacang

Momen wisuda di Jepang menjadi pengalaman pertama bagi Erika. Meskipun ia telah tinggal cukup lama di negara Sakura itu dan bahkan memutuskan untuk menetap di sana bersama sang ibu yang merupakan keturunan Jepang.

Sebelumnya, Erika menjalani masa sekolah di Indonesia secara penuh. “Aku pertama kali wisuda di Jepang,” katanya dengan antusias. Rasanya, perpaduan rasa bangga dan gugup turut memenuhi hati Erika ketika hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.

Teman-teman di Luar Kampus Turut Merayakan Kelulusan Erika

Erika Ebisawa bersama teman-temannya di hari wisuda | Sumber: YouTube/Erikacang

Di hari wisudanya, Erika didampingi sejumlah teman dari luar kampus. Erika mengaku kalau di lingkungan kampusnya ia nggak begitu dekat dengan sebagian besar teman sekelasnya. “Makanya aku mengundang banyak teman dari luar kampus. Soalnya teman di kampus nggak ada, Guys!” kata Erika sambil tertawa. 

Meskipun memiliki teman di kampus, Erika merasa hubungan dengan mereka nggak cukup akrab buat dijadikan teman curhat. Ia bercerita di masa-masa awal kuliahnya, terutama saat tingkat 2 dan 3, Erika merasa lebih nyaman sendiri dan menghabiskan waktu di kantin kampus tanpa banyak bergaul. Ia mengaku dulu sangat introvert di kampus, berkebalikan dengan Erika saat ini. “Ujung-ujungnya nggak ada teman,” katanya sambil menggelengkan kepala.

Salah satu kejutan yang membuatnya kaget adalah kedatangan Mikiya, teman sesama kreator konten. Ia mengira Mikiya berhalangan hadir karena harus bekerja. Tak hanya itu, Kouji, temannya yang juga lulus bebarengan bersama Erika, serta Mirai, turut hadir dalam momen wisuda kali ini.

Setelah acara wisuda selesai, mereka semua berkumpul di rumah Erika untuk makan bersama sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing.

7 Tahun Perjalanan Belajar Erika di Universitas

Erika Ebisawa merayakan kelulusannya | Sumber: YouTube/Erikacang

Setelah tujuh tahun perjalanan akademiknya sejak 2017 ketika mulai berkuliah di Universitas Indonesia, akhirnya Erika meraih momen yang ia tunggu-tunggu sedari lama: wisuda. Erika menjelaskan, “Aku udah bosen, Guys, jadi mahasiswi. Pengin cepet-cepet lulus, makanya itu alasan aku nggak S2 karena udah males jadi student,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Erika memutuskan untuk bekerja di perusahaan Jepang mulai April 2024 ini sebagai kreator konten yang memasarkan produk mereka.

***

Bagi Erika, momen kelulusan nggak hanya sebagai penutup dari perjalanan akademiknya, tetapi juga sebagai awal dari babak baru dalam hidupnya. Semoga setiap langkah yang diambilnya setelah kelulusan ini membawa kesuksesan karier bagi Erika, ya, TeMantappu!

Media Sosial Erika Ebisawa

Yuk, ikuti media sosial Erika Ebiswa dan kolaborasi lainnya!

Artikel Lainnya tentang Erika Ebisawa

Tonton kolaborasi Erika dengan Tomo dan Navito!

Recent Posts

Alexander-Matthew-di-Jerman

CCTV dan AC Lumrah di Indonesia, tapi Jarang Ada di Jerman?

Matthew dalam kontennya memang sering membahas berbagai aspek terkait Jerman dari A-Z. Kali ini, ia menyoroti hal-hal yang umum dijumpai di Indonesia, tetapi langka atau bisa disebut barang yang nggak biasa di Jerman. Penasaran apa saja? Yuk, kita simak!

Jerhemy-Owen-di-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Surya-Terapung-terbesar-di-ASEAN

Gaji Tukang Sampah di Belanda Mencapai Dua Digit?

Jerhemy Owen sering mengulas berbagai aspek kehidupan di Belanda, mulai dari kebudayaan, warisan sejarah, hingga lingkungan di sana. Kali ini, Owen membawa kita menelusuri sudut pekerjaan yang mungkin jarang dibahas, yaitu profesi tukang sampah. Kira-kira berapa, sih, gaji tukang sampah di Belanda? Yuk, kita bahas bareng Owen!

Dokter Ekida Rehan

Dokter Ekida: Bahaya Cuci Hidung dengan Air Keran

Beberapa waktu belakangan, sempat ramai fenomena cuci hidung karena banyaknya kasus pilek yang sedang merebak. Namun, di tengah maraknya praktik tersebut, beberapa orang tergoda mencoba mencuci hidung dengan menggunakan air keran dan selang. Pertanyaannya: apakah praktik ini diperbolehkan atau bahkan aman dilakukan? Yuk, kita telusuri penjelasan lebih lanjut dari Dokter Ekida!