Get In Touch
Menara Caraka, Lantai 12, Jl. Mega Kuningan Barat, Blok E4 7 No. 1, Kawasan Mega
Kuningan, Jakarta 12950
Work Inquiries
partnership@mantappu.com
(+62) 818 0401 3060

Tips Skincare Ekida Rehan: 5 Hal yang Harus Kamu Perhatikan

February 22, 2024

by Fahma Ainurrizka

Ekida Rehan rutin mengunggah seri “Setau Ekida” di akun YouTube dan TikTok miliknya. Kali ini, TeaMantappu berhasil merangkum sejumlah bahasan tentang skincare dari Ekida yang patut kamu simak! Memang benar ada sejumlah kombinasi kandungan skincare yang nggak boleh dipakai secara bersamaan? Temukan jawabannya di artikel ini!

Potret Ekida Rehan | Sumber: Instagram @ekidarehanf

Halo, TeMantappu! Siapa di antara kalian yang sering menonton seri “Setau Ekida” di akun TikTok atau YouTube dari dokter satu ini? Selain memberikan edukasi secara menyenangkan dan informatif seputar kesehatan, Ekida juga selalu mencantumkan sumber jurnal dalam setiap konten yang ia buat. Hal ini nggak hanya meningkatkan kredibilitasnya sebagai seorang dokter, tetapi juga memberikan kita kesempatan untuk merujuk langsung ke sumbernya. Mengingat video pendek (short videos) nggak selalu mampu menyajikan pembahasan yang mendalam.

Kali ini TeaMantappu sudah meringkas sejumlah fakta menarik seputar perawatan kulit dari Ekida Rehan yang patut untuk kamu ketahui! Ada apa aja, ya?

Apakah Aman Kombinasi Vitamin C dan Salicylic Acid pada Skincare?

Ekida Rehan menjelaskan kombinasi vitamin C dan Salicylic acid untuk kulit | Sumber: TikTok @ekidarenhanf

Beberapa waktu lalu, ramai dibicarakan di media sosial mengenai kombinasi kandungan skincare yang sebaiknya nggak digunakan secara bersamaan, seperti Retinol dan Vitamin C. Vitamin C dikenal sulit diformulasikan karena efektivitasnya bergantung pada lingkungan pH asam, sementara Retinol optimal pada pH yang lebih tinggi atau basa. Jika digunakan bersama-sama, keduanya nggak akan bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan Retinol dan Vitamin C pada waktu yang berbeda. 

Tetapi, gimana dengan kombinasi Vitamin C dan Salicylic Acid? Ekida membuka videonya dengan mengenalkan salah satu BHA, yaitu Salicylic Acid, kandungan aktif yang efektif membantu mengatasi masalah jerawat. Juga Vitamin C yang bermanfaat untuk mencerahkan kulit. Jadi, apakah kedua kandungan aktif ini aman digunakan bersamaan dalam satu waktu? 

Dalam videonya, Ekida  menjawab ya, asalkan kandungan dan komposisinya sesuai, nggak berlebihan, dan telah terbukti cocok untuk kulit wajah. Penggunaan  Vitamin C dan Salicylic Acid secara bersamaan dapat membantu mengurangi jerawat dan mencerahkan kulit. Namun, penting untuk mencobanya secara bertahap dan memperhatikan reaksi kulit, agar nggak terjadi sensitivitas berlebihan atau alergi, ya.

Bongkar Rahasia di Balik Cairan Ajaib Penghilang Kerutan

Ekida Rehan menjelaskan rahasia di balik cairan penghilang kerutan | Sumber: TikTok @ekidarenhanf

Dalam video berdurasi dua menit ini, Ekida merespons sebuah klip yang memperlihatkan cairan yang diklaim dapat menghilangkan kerutan di sekitar mata secara instan dalam sekejap. Apakah itu mungkin?

Menurut Ekida, kemungkinan besar itu adalah tipuan pemasaran. Meskipun terlihat jelas kalau kerutan di sekitar mata lenyap, sebenarnya itu hanya hasil dari efek visual yang diciptakan. Ekida menjelaskan kalau dalam video yang ia stitch, mata orang tersebut ditutup, dan ketika cairan obat tersebut dioleskan, orang tersebut membuka mata sehingga otot di sekitar mata menjadi lebih rileks, dan kerutan terlihat menghilang. Sebenarnya yang terjadi hanya otot yang tadinya tegang menjadi lebih lemas.

Ia lebih lanjut menjelaskan, dalam konteks medis, kerutan adalah cekungan atau lipatan pada kulit yang terlihat. Kerutan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kerutan halus dan kerutan kasar. Penyebab kerutan bisa bervariasi, mulai dari faktor penuaan, ketidakstabilan hormon, hingga faktor ekstrinsik seperti paparan sinar UV dan kebiasaan merokok.

Baca Juga: Selain Jepang Medhok, Ini Influencer Jepang yang Pernah Berkolaborasi dengan Erika Ebisawa

Untuk mengatasi kerutan, terdapat beberapa metode yang bisa dilakukan, seperti suntik botox untuk melemaskan otot-otot, penggunaan krim atau gel tretinoin untuk kerutan halus. Sisanya adalah prosedur dermabrasi, laser, atau peeling. Namun, efektivitasnya masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Di akhir video, Ekida memberi pesan kepada kita untuk mencari tindakan yang tepat dan aman dalam mengatasi kerutan, dan nggak terjebak pada iklan yang menjanjikan hasil instan.

Jerawat Bisa Sembuh Cuma dengan Skincare?

Ekida Rehan bersama Jang Hansol membahas jerawat | Sumber: TikTok @ekidarenhanf

Berkolaborasi dengan Jang Hansol (Korea Reomit), Ekida membahas penyebab, jenis, dan cara mengatasi jerawat. Nggak hanya itu, ia sekaligus menjawab pertanyaan yang sering muncul: Apakah jerawat bisa diobati dengan penggunaan skincare saja?

Jerawat pada dasarnya disebabkan oleh produksi sebum (minyak) berlebihan di kulit kita. Kelenjar minyak hadir di kulit kita untuk menjaga kelembapan. Produksi minyak bisa dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, perubahan hormon, terutama pada remaja yang baru mengalami pubertas. Kedua, konsumsi makanan tinggi gula atau makanan cepat saji (fast food) yang dapat menyebabkan peradangan dan meningkatkan produksi minyak.

Meskipun kelenjar minyak penting untuk menjaga kelembaban kulit, jika produksinya berlebihan, kulit bisa mengalami penumpukan sel-sel kulit mati yang akhirnya menyumbat pori-pori. Bakteri bernama P acnes menjadi penyebab utama jerawat, terutama ketika pori-pori tersumbat dan terjadi peradangan.

Apakah semua jerawat bisa sembuh hanya dengan menggunakan skincare? Ekida menjawab tergantung pada tingkat (derajat) keparahan jerawat. Skincare mungkin efektif untuk jerawat ringan, namun untuk jerawat yang lebih parah atau istilahnya “kistik” untuk menyebut jerawat besar dan sakit, seringkali memerlukan perawatan tambahan, seperti minuman antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Yup, kamu nggak salah! Minum antibiotik nggak hanya untuk penyakit demam, flu, atau batuk saja. 

Terakhir, Ekida bersama dengan Hansol berpesan penting untuk memahami kalau jerawat bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, dan pengobatannya mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda-beda tergantung pada kondisi kulit dan tingkat keparahan jerawat yang dialami seseorang.

Kandungan Symwhite 77 dalam Skincare

Ekida Rehan menjelaskan kandungan Phenylethyl Resorcinol atau Symwhite 77  yang diarang di sejumlah negara | Sumber: TikTok @ekidarenhanf

Ekida memulai videonya dengan membuka topik menarik, “Katanya Phenylethyl Resorcinol atau Symwhite 77 dilarang penggunaannya di Tiongkok, Korea, dan Jepang?”

Padahal kandungan ini sebenarnya memiliki manfaat yang bagus, seperti menekan produksi melanin, melawan radikal bebas, dan membantu memudarkan noda hitam secara signifikan. Namun, mengapa barang ini dilarang di beberapa negara?

Setelah melakukan penelitian dari berbagai sumber, Ekida menemukan kalau kosmetik dibagi menjadi dua jenis, yaitu general kosmetik yang tidak memiliki fungsi tertentu, biasanya untuk makeup, dan functional kosmetik yang memiliki fungsi spesifik seperti pencerah wajah. Ternyata, yang dilarang adalah skincare dengan kandungan Phenylethyl Resorcinol yang dijual sebagai general kosmetik, padahal seharusnya mereka termasuk dalam kategori functional kosmetik karena memiliki efek tertentu.

Baca Juga: Makeup Korean Look Ala Maria Clarin

Di Indonesia, nggak ada klasifikasi spesifik yang membedakan antara general dan functional kosmetik. Kalau menilik di BPOM, kedua bahan tersebut terdaftar dan nggak dilarang. Beberapa produk yang telah menggunakan kandungan ini termasuk Loreal, Lancome, Kiehls, dan Skintific. Wah, ternyata regulasi dan kebijakan di berbagai negara beda-beda, ya, TeMantappu.

Vitamin C sebagai Night Skincare Routine

Ekida Rehan menjelaskan skincare routine | Sumber: TikTok @ekidarenhanf

Apakah kamu termasuk orang yang rutin menggunakan skincare, tapi wajahnya nggak terlihat cerah?

Ekida menjelaskan ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti konsentrasi zat aktif dalam produk dan waktu penggunaan skincare yang ternyata cukup berpengaruh.

Selain itu, tingkat polusi yang tinggi, paparan sinar UV yang kuat, dan gaya hidup yang hectic dapat menyebabkan oxidative stress pada kulit. Ekida menjelaskan kalau kondisi ini akan menyebabkan penurunan kualitas kulit, termasuk munculnya flek hitam, bahkan kondisi ini bisa berlanjut hingga malam hari.

Ekida juga menyarankan penggunaan serum vitamin C yang efektif sebagai antioksidan dan pencerah kulit minimal 8% dan baik digunakan kala malam hari. Selain itu, malam hari merupakan waktu yang ideal untuk perbaikan dan regenerasi kulit, seperti yang dibuktikan oleh fakta tentang circadian clock, itulah mengapa istilah “beauty sleep” sering kali digunakan.

Terus gimana cara memilih vitamin C atau skincare yang tepat? Dalam video lain, Ekida memberikan tips memilih skincare yang tepat. Termasuk pentingnya memperhatikan merek, komposisi, cara penggunaan, serta melihat produsennya. Yang paling penting adalah memeriksa nomor BPOM, nomor batch, dan tanggal kadaluarsa. Skincare yang memiliki label “racikan” dengan etiket biru hanya boleh diresepkan oleh dokter dan diracik oleh apoteker yang berizin resmi. 

***

Ternyata, ada begitu banyak hal yang bisa dibahas terkait dengan skincare, mulai dari kandungannya hingga regulasinya. Apa yang sebaiknya dibahas Ekida selanjutnya?

Media Sosial Ekida Rehan

Yuk, ikuti media sosial Ekida Rehan buat dapetin insight seputar isu kesehatan lain!

Artikel Lainnya tentang Ekida Rehan

Tonton seri “Setau Ekida” di sini!

Recent Posts

Jerompiade

Jerompiade: University War Versi Indonesia?

Melalui YouTube Nihongo Mantappu, Jerome Polin merilis segmen baru bernama Jerompiade. Dalam konten ini, Jerome mengumpulkan 109 anak SMA kelas 11 untuk unjuk diri dalam duel pengetahuan umum, mulai dari Matematika, Sejarah, hingga Biologi, dengan tujuan merebut gelar pemenang dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar lima juta rupiah. Kira-kira, siapa pemenangnya?

Ekida Rehan saat co-ass

Hujan dan Flu: Apa Hubungannya? Ini Penjelasan Ekida Rehan

Kamu pernah mendengar istilah penyakit pancaroba, TeMantappu? Fenomena ini sering kali terjadi ketika ada perubahan pola hujan, terutama yang terjadi pada sore hingga menjelang malam hari. Tak jarang, kita menjadi lebih rentan terkena flu atau penyakit lainnya dalam kondisi begini. Mengapa hal ini bisa terjadi, ya? Temukan penjelasannya di artikel ini!