Penyanyi Afgan merilis album Retrospektif lewat listening session di bus terbuka sembari berkeliling Jakarta. Jehian, Farhan, Murti, dan Indah turut hadir menikmati musik secara langsung, berbincang dengan Afgan, dan membuat konten kolaborasi eksklusif dari lagu-lagu di album barunya.
Mungkin kamu pernah melihat tren dengan potongan lirik “Kulepas kacamata, apa kau lebih suka?” yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Lagu berjudul Kacamata ini merupakan salah satu lagu dari album terbaru Afgan bertajuk Retrospektif, sebuah album yang terasa jauh lebih personal, reflektif, dan dewasa.
Menariknya, Afgan memilih cara peluncuran yang nggak biasa. Alih-alih menggelar konferensi pers atau showcase studio sebagaimana umumnya, ia justru mengajak content creator untuk mengikuti listening session di atas bus wisata bertingkat; open-top bus yang berkeliling di Jakarta.
Dalam listening session sore itu, Murti, Indah, Farhan, dan Jehian ikut hadir menikmati musik, berbincang langsung dengan Afgan, sekaligus membuat konten kolaborasi eksklusif dari lagu-lagu di Retrospektif.
Yuk, simak selengkapnya di sini!
Table of Contents
Listening Session di Bus Terbuka
Retrospektif adalah album yang menandai fase personal dalam perjalanan musik Afgan.
Sesuai maknanya, retrospektif berarti ‘meninjau kembali pengalaman masa lalu untuk memahami diri dengan lebih baik’.
Dalam listening session yang digelar di atas bus wisata terbuka, Afgan berbagi kisah di balik lagu-lagu di album Retrospektif.
Dua lagu yang paling mencuri perhatian adalah “Sampai Jumpa”, sebuah balada perpisahan dengan lirik emosional “mungkin di lain bumi, kita bisa abadi”, serta “Misteri Dunia”, sebuah refleksi tentang hal-hal yang cukup diterima tanpa perlu dicari jawabannya.
Album ini memuat banyak warna emosional lain. “Kacamata” bercerita tentang mengubah diri demi cinta yang keliru, “Silakan” membahas melepaskan penat tanpa menoleh, sementara “Tak Ada Rencana (Ku Jatuh Cinta)” dan “Masa Iya?” menghadirkan nuansa semasa kasmaran.
Talent Mantappu Bikin Konten Kolaborasi Eksklusif
Kabar baiknya, talent Mantappu Corp. berkesempatan membuat konten kolaborasi bersama Afgan di atas bus terbuka.
Dengan membawakan materi dari album Retrospektif, masing-masing talent menampilkan gaya dan interpretasi mereka sendiri.
Yuk, simak hasil lengkapnya!
Indah Menggambar Afgan di Atas Bus

Indah menangkap momen ketika Afgan bernyanyi di atas bus dengan menggambar ilustrasinya secara langsung. Sembari menikmati lagu-lagu Retrospektif, ia membuat sketsa suasana dari lantai dua bus terbuka secara spontan.
Tonton hasil lukisan Indah di sini!
Jehian, Konten Relatable dari “Sampai Jumpa”

Dalam kontennya, Jehian menyorot lirik “mungkin di lain bumi, kita bisa abadi” dari lagu Sampai Jumpa; sebuah kalimat yang terasa semakin dalam usai kepergian sang ayah.
Ia mengubahnya menjadi “mungkin di lain bumi, keluarga kita abadi,” sebagai refleksi personal tentang kehilangan dan ikatan keluarga.
Videonya terasa seperti harapan kecil bahwa di fase lain kehidupan, pertemuan itu mungkin ada kembali.
Tonton konten Jehian di sini!
Farhan Berbagi Trek Favoritnya, “Misteri Dunia”

Farhan membeberkan jika “Misteri Dunia” menjadi lagu yang paling menempel di benaknya.
Dalam videonya, ia bercerita bahwa lagu ini menggambarkan hal-hal yang nggak selalu punya jawaban, tetapi justru ikut membentuk cara seseorang memahami hidup.
Saksikan konten Farhan yang menampilkan keseruan listening session album Afgan di sini!
Murti, Humor Absurd dengan Lagu Mellow

Di tengah konten yang mengharu biru, Murti justru muncul dengan pendekatan komedi nyeleneh.
Ia mencaplok lagu mellow “Sampai Jumpa” untuk dibuat menjadi sketsa perpisahan … tetapi versinya adalah perpisahan ala penumpang TransJakarta.Punchline “kamu koridor 9, aku koridor 1” langsung bikin videonya nyantol; kontras antara lirik sendu dan situasi kocak inilah yang membuat kontennya sukses menyunggingkan senyum penonton.
Tonton konten Murti di sini!
Akhirnya, sesi di atas bus itu menunjukkan kalau Retrospektif adalah album yang paling pas didengerin sambil melihat syahdu suasana kota dan memikirkan hal-hal yang biasanya lewat begitu saja.
Kalau kamu belum dengerin, coba putar Retrospektif sekarang!