Jerome Polin menjadi narasumber di SMA Kanisius Penabur 2. Ia berbagi pengalaman membangun Mantappu Academy, menghadapi berbagai tantangan bisnis, serta membagi waktu sebagai content creator dan entrepreneur. Simak selengkapnya di sini!

Pada 4 Februari 2026 lalu, Jerome Polin hadir sebagai narasumber di SMAK Penabur 2. Ia diundang dalam gelar wicara (talkshow) bertajuk “Entrepreneurship: Belajar Itu Pasti, Entrepreneur Itu Jati Diri”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Entrepreneurship Selecta, sebuah inisiatif sekolah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, kreativitas, dan kemandirian siswa sejak dini.
Nah, sebagai School of Entrepreneur yang memberi perhatian besar pada pengembangan jiwa kewirausahaan, SMAK Penabur 2 mengundang Jerome Polin bukan tanpa alasan. Di balik konten-konten edukatif yang ia buat, Jerome juga berperan sebagai founder yang merintis dan mengembangkan Mantappu Academy, sebuah bimbingan belajar matematika, dari nol hingga terus bertumbuh seperti sekarang.
Di hadapan siswa, Jerome berbagi cerita awal mula merintis Mantappu Academy, tantangan yang muncul di tengah prosesnya, hingga dinamika membagi waktu antara mengelola bisnis dan tetap konsisten sebagai content creator.
Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!
Table of Contents
Cerita di Balik Lahirnya Mantappu Academy
Dalam sesi sharing, Jerome memulai dengan cerita awal berdirinya Mantappu Academy. Ia menjelaskan bahwa ide itu lahir dari keresahannya tatkala melihat banyak siswa merasa matematika sulit dan nggak menyenangkan.
Dari situ, ia mulai memikirkan cara agar proses belajar bisa dibuat lebih seru sekaligus tetap terjangkau bagi lebih banyak orang.
Berbekal pengalaman sebagai mahasiswa di Waseda University dan content creator yang fokus pada edukasi, Jerome melihat peluang untuk mengembangkan platform belajar yang dekat dengan anak muda.
Ada proses panjang di baliknya, mulai dari menyusun visi, membentuk tim, merancang kurikulum, hingga memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Jerome menekankan bahwa membangun bisnis bukan soal langsung besar, melainkan soal konsistensi.
“Yang penting mulai dulu, lalu terus diperbaiki,” kira-kira begitu pesan yang disampaikan kepada para siswa.
Baca Juga: Jerome Polin di Ignite Camp 2025: Jadilah Kreator Berdampak
Realita di Balik Layar

Tak hanya membahas pencapaian, Jerome juga terbuka mengenai berbagai struggles yang dihadapi dalam membangun Mantappu Academy.
Ia bercerita tentang fase ketika ekspektasi nggak sesuai dengan realita, sebut saja target yang nggak tercapai, sistem yang belum berjalan mulus, hingga tantangan dalam mengelola tim. Sebagai founder, ia harus belajar mengambil keputusan sulit, menerima kritik, dan tetap tenang saat situasi nggak berjalan ideal.
Menurut Jerome, salah satu tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir dari “content creator” menjadi “business owner”. Namun, Jerome selalu berpesan jika kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses belajar. Justru dari momen-momen sulit itulah kemampuan problem solving dan kepemimpinan terbentuk.
Refleksi tentang keberanian menghadapi proses ini juga pernah dibahas Jerome dalam artikel “Jerome Polin: Berani Terlihat Tidak Tahu”. Kamu bisa membacanya untuk memahami lebih jauh cara pandangnya tentang belajar dan bertumbuh, ya!
Jerome sebagai Content Creator dan Businessman
Sebagai sosok yang menjalani dua peran sekaligus, Jerome juga membagikan cara ia mengatur waktu. Di satu sisi, menjadi content creator menuntut kreativitas dan konsistensi dalam produksi. Di sisi lain, sebagai businessman, ia harus fokus pada strategi, pengambilan keputusan, dan pengelolaan tim.
Jerome mengaku bahwa membagi waktu bukan hal mudah. Ia harus belajar membuat prioritas yang jelas dan nggak ragu mendelegasikan tugas kepada tim. Menurutnya, membangun tim yang solid adalah kunci agar bisnis tetap berjalan tanpa harus mengerjakan semuanya sendiri.
Ia juga menekankan pentingnya self-discipline. Jadwal yang padat membuatnya harus benar-benar sadar kapan waktunya memproduksi konten, kapan waktunya meeting bisnis, dan kapan waktunya istirahat. Tanpa manajemen waktu yang baik, keduanya bisa saling bentrok.
Menanamkan Mindset Entrepreneur Sejak Sekolah
Jerome mendorong para siswa SMAK Penabur 2 untuk mulai berani mencoba sejak dini, entah melalui proyek kecil, lomba, atau inisiatif lainnya.
Ia mengingatkan jikalau nggak semua orang harus langsung punya bisnis besar. Yang terpenting adalah melatih pola pikir berani melihat peluang, siap menghadapi risiko, dan mau terus belajar.
Akhir kata, Jerome nggak hadir sebagai seseorang yang pernah memulai dari titik nol. Ia menunjukkan jika perjalanan entrepreneur nggak selalu mulus, tetapi selalu bisa dipelajari (dan diambil sebagai pelajaran).